Kesalahan Dalam Belajar Bahasa Inggris

Dalam hidup kita tentu pernah membuat kesalahan. Begitu juga dalam mempelajari Bahasa Inggris ternyata ada beberapa kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang. Kesalahan tersebut bisa karena tidak sengaja atau tidak tahu, bisa juga karena sengaja. Tentu saja kemampuan Bahasa Inggris kita sulit berkembang jika kesalahan tersebut tidak diperbaiki. Berikut adalah beberapa kesalahan dalam belajar Bahasa Inggris.

kesalahan, salah jalan, bahasa inggris

Kesalahan utama ketika mempelajari Bahasa Inggris :

1. Langsung belajar tenses

Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Langsung belajar tenses tidaklah baik bagi kemampuan Bahasa Inggris kita. Bahkan penelitian menunjukkan belajar grammar akan menghambat kemampuan speaking. Aturan-aturan grammar sangat rumit untuk dihafal dan percakapan dalam kehidupan sehari-hari merupakan percakapan yang terjadi dengan cepat sehingga kita tidak memiliki waktu untuk mengingat-ingat rumus tenses yang akan digunakan menyusun kalimat yang akan kita ucapkan. Keburu kabur lawan bicara kita. Hehehe…

2. Tidak banyak praktek

Kesalahan berikutnya yang juga sering ditemukan di lapangan adalah malas mencobakan. Banyak orang yang belajar Bahasa Inggris tidak mau mempraktekkan di luar kelas. Mereka merasa dengan mencatat rumus-rumus tenses atau dengan mendengar penjelasan guru saja sudah cukup. Mereka merasa hal itu akan membuat mereka bisa berbahasa Inggris. Parahnya lagi secara tidak sadar ada peserta kursus Bahasa Inggris yang merasa dengan hadir dan duduk tenang di kelas ia akan bisa cas-cis cus lancar bicara Bahasa Inggris.

Tentu saja itu tidak mungkin terjadi. Setelah belajar di kelas atau di tempat kursus, kita masih harus berlatih sendiri di rumah agar kemampuan Bahasa Inggris kita cepat berkembang. Mengandalkan tempat kursus, sekolah atau kelas saja tidaklah cukup. Kadang-kadang guru Bahasa Inggris datang terlambat, sehingga sudah mengurangi waktu belajar. Belum lagi siswa yang terlambat, atau siswa duduk di kelas tapi melamun. Guru, sekolah atau lembaga tempat kurus tidaklah bertanggungjawab terhadap kesuksesan kita. Kita sendirilah yang membuat diri kita bisa berbahasa Inggris. Percuma saja belajar di tempat yang bonafide, mahal dan mewah tetapi hanya sekedar duduk dan diam saja.

3. Tidak fokus

Belajar Bahasa Inggris haruslah fokus. Maksudnya belajar dengan sistematis dan terukur. Ada urutan-urutan yang harus dipelajari. Jangan belajar secara lompat-lompat. Mulailah belajar dengan materi yang mudah terlebih dahulu, baru setelah itu lanjut ke materi yang lebih sulit. Ada baiknya belajar sesuai kebutuhan. Misalnya, jika ingin lulus TOEFL tentu sebaiknya Anda fokus pada latihan soal-soal serupa TOEFL. Mulai dulu dengan pelajaran yang gampang. Latih dulu listening yang mudah-mudah, baru kemudian latih listening TOEFL. Jika sudah mampu mungkin bisa langsung saja ke materi TOEFLnya.

Urutan belajar bahasa Inggris yang baik dan benar adalah : belajar listening dulu baru belajar speaking, belajar reading dulu kemudian belajar writing.

4. Memaksakan bicara

Banyak orang yang menggebu-gebu ingin bisa berbahasa Inggris. Lalu kemudian belajar Bahasa Inggris entah itu di tempat les atau di sekolah, ia ingin langsung bisa ngomong Bahasa Inggris. Ingin bisa start speaking from day one. Keinginan itu tentu bagus, tetapi cobalah untuk lebih logis. kalau baru belajar Bahasa Inggris, paling hanya bisa mengucapkan yes, no, atau nama dan sedikit kata-kata lainnya. apakah bisa langsung bicara lancar dalam Bahasa Inggris setelah satu hari kursus? Tentu tidak.

Bahkan setelah belajar tiga bulan pun akan sulit speaking jika belajarnya hanya mencatat-catat rumus tenses saja. Beberapa tempat kursus menyediakan program conversation, dimana peserta kursus diajak berbicara dalam Bahasa Inggris. Tetapi mungkin mereka lupa, kemampuan Bahasa Inggris peserta serta latar belakangnya berbeda, sehingga akan sulit kalau langsung ikut conversation.

Baiknya pembelajar Bahasa Inggris dikenalkan dulu kata-kata  dan kalimat sederhana melalui listening. Dengan mendengar audio listening siswa atau peserta kursus akan dapat contoh, dan setelah itu baru menirukan dan dilanjutkan dengan conversation.

5. Hanya mengandalkan buku textbook

Terlalu bergantung pada textbook dalam belajar Bahasa Inggris tidaklah baik. Kita harus ingat bahwa dalam kehidupan kita lebih banyak menggunakan bahasa informal atau tidak resmi. Textbook kebanyakan tidak menampilkan informal English. Kemudian contoh-contoh dalam buku teks dirasakan kurang dan tidak terlalu sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Jika ingin cepat mahir Bahasa Inggris kita tidak boleh hanya mengandalkan textbook saja. Kita bisa menggunakan film, lagu dan novel serta surat kabar untuk belajar Bahasa Inggris. Dalam sumber-sumber tersebut digunakan Bahasa Inggris real life. Dengan berbagai variasi sumber belajar tersebut, Bahasa Inggris kita akan cepat berkembang.

Sobat pembelajar Bahasa Inggris dimana saja berada. Semoga tulisan kecil ini dapat membantu kita memperbaiki kesalahan dalam belajar Bahasa Inggris. Selamat belajar Bahasa Inggris. 🙂